<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000856579</controlfield>
    <controlfield tag="005">20210210012031</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0221001209</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">210210################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9789799781673</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.5 GER</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Gerakan 30 September 1965 kesaksian Letkol(PNB) Heru Atmodjo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Hasta Mitra,</subfield>
      <subfield code="c">2004</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">vii, 292 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus. ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Buku ada dua narasi yang berbeda, yakni darai Dake dan Holtzappel, Dake membangun argumen berladaskan bukti palsu, bahwa Presiden Soekarno terlibat aktif dalam Gerakan . Sementara Holtzappel mengajukan argumentasi berbasiskan interpertasi yang keliru atas kesaksian-kesaksian (persidangan ) mahmilub....kedua tulisan ini cacat sehingga lebih baik dikesampingkan.&#13;
Untuk waktu masih lama kita tidak akan mendapatkan jawaban pasti siapa sebenarnya actor intellectualis di balik peristiwa Gestok 1965. Tetapi tidak mengapa karena satu kemajuan berarti sudah dicapai: konsensus nasional bulat menyepakati bahwa versi Jenderal Orde Baru Soeharto yang selama ini beredar adalah suatu rekayasa, kebohongan. Beangsur-angsur akan terungkap produk masterpiece intelligence penumbangan Bung Karno yang telah mengubah bukan saja wajah Indonesia akan tetapi juga peta politik dunia.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1682-B/2005</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
