=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000854676 =990 ##$$a 00000003928 =005 20210122022919 =990 ##$$a 1297/PKP-A/2017 =035 ##$$a 0010-0121001361 =990 ##$$a 1298/PKP-A/2017 =100 ##$$a Syaiful Arif$e Pengarang =245 1#$$a Refilosofi kebudayaan : $b pergeseran pascastruktural /$c Syaiful Arif ; editor, Rose Kusumaningratri =250 ##$$a Cet.2 =264 ##$$a Yogyakarta :$b Ar-Ruzz Media,$c 2016 =300 ##$$a 359 hlm. ; $c 20 cm =336 ##$$a teks$2 rdacontent =337 ##$$a tanpa perantara$2 rdamedia =338 ##$$a volume$2 rdacarrier =500 ##$$a Indeks =504 ##$$a Bibliografi : halaman 349-353 =520 ##$$a Memperbincangkan kebudayaan sebagai konsep selalu menarik perhatian dan mengundang perdebantan. Dari situ muncullah ratusan penjelasan yang mencoba mendefinisikan arti kebudayaan. Imbasnya, sering terjadi kerancuan, pendistorsian, atau pereduksian tentang apa itu yang dinamakan dan dimaknai sebagai kebudayaan. Pada tataran praksis pun kebudayaan menjadi bias nilai karena begitu banyak kepentingan, konsep, indeologi, penafsiran, dan lainnya, yang bertarung didalamnya. Refilosofi kebudayaan akhirnya mengemuka. Konsep ini sebagai bentuk kritisisme atas gejala perkembangan kebudayaan yang terjadi. Refilosofi kebudayaan dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kebudayaan pada pijakan awalnya, yaitu filsafat. Gerak ini bukan seperti kemajuan modernisasi yang hendak memodernkan kehidupan, melainkan sebagai bentuk refleksi untuk menempatkan kembali kebudayaan sebagai usaha memanusiakan manusia. =650 #4$$a Kebudayaan =700 #$$a Rose Kusumaningratri$e Pengarang =850 ##$$a JKPNPNA =006 a g 001 0 =007 ta =008 210122################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-979-25-4798-6 =040 ##$$a JKPNPNA $b ind $e rda =082 ##$$a 306 =084 ##$$a 306 ARI r