=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000935274 =005 20220513025525 =035 ##$$a 0010-0522000051 =007 ta =008 220513###########################0###### =020 ##$$a 9786027696808 =082 ##$$a 297.5 =084 ##$$a 297.5 FAQ Q =100 #$$a Faqihuddin Abdul Kodir =245 1#$$a Qiraah mubadalah tafsir progresif untuk keadilan gender dalam islam /$c Faqihuddin Abdul Kodir =250 ##$$a Cet. 1 =260 ##$:$b IRCiSoD,$c 2019 =300 ##$$a 616 hlm ; $c 24 cm =650 #4$$a Islam dan Emansipasi =504 ##$$a Bibliografi : hlm. 537-548 =500 ##$$a Judul pada cover : Qira'ah mubadalah =520 ##$$a Qira'ah mubadalah yang ditawarkan oleh buku ini sesungguhnya merupakan sumbangan penting, tidak hanya dalam memahami teks-teks keagamaan, melainkan juga sebagai cara pandang dunia. Meskipun metode ini dimaksudkan untuk merespons teks-teks primer dalam Islam yang menggunakan bahasa dengan kesadaran gender tertentu, namun metode yang sama juga bisa menjadi cara baru dalam melihat keragaman sosial agar tidak melahirkan ketimpangan relasi. Ketimpangan relasi, apa pun, bisa melahirkan ketidakadilan karena berawal dari cara pandang negatif terhadap perbedaan antarpihak yang mempunyai relasi. Salah satu tantangan serius ikhtiar mewujudkan keadilan gender adalah cara pandang dikotomis pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan berbeda sehingga keduanya dilihat bertentangan satu sama lain. Salah satu pihak mesti menaklukkan pihak lain. Jika tidak, maka ia yang akan ditaklukkan. Sistem patriarki mempunyai andil besar dalam cara pandang dikotomis ini. Laki-laki diletakkan secara superior, sedangkan perempuan inferior sebagai pengabdi mereka. Nilai perempuan ditentukan oleh sejauh mana ia memberi manfaat pada laki-laki. =990 ##$$a 1477/PKP-B/DAK/2019